Archive for December, 2010

Teknologi harddisk

dari tahun ke tahun teknologi hardisk selalu mengalami pengembangan, dan pengembangan itu terfokus pada beberapa aspek yaitu :

1. kecepatan akses

produsen hardisk selalu mengembangkan teknologi kecepatan harddisk untuk mengurangi wasting time dan ketepatan dalam mengakses data. hingga saat ini kecepatan harddisk hingga 10.000rpm (revolution per minute).

2.kapasitas storage

pengembangan ini sangat lah penting, karena kebutuhan kita akan kapasitas storage yang besar untuk menyimpan data-data yang penting, hingga saat ini kapasitas storage hingga 4 terabyte.

3.bahan pemnuat harddisk

produsen harddisk akan selalu melakukan analisis untuk bahan yang digunakan pada harddisk, sehingga harddisk itu lebih ringan, dan lebih tahan lama, dan tentunya harga nya yang lebih terjangkau

4. Teknologi RAID (REDUNDANT ARRAYS OF INEXPENSIVE DISKS)

RAID merupakan salah satu solusi dari banyak solusi alternatif terhadap masalah yang sering terjadi pada sistem mikrokomputer yaitu masalah “I/O bottleneck”. David A.Patterson membuat sebuah paper yang berjudul “A case for RAID” dan diserahkan Desember 1987. Paper ini menjelaskan secara rinci mengenai RAID.

RAID merupakan kumpulan harddisk dimana semua harddisk tersebut dikendalikan oleh sebuah device driver saja. Dengan melakukan pengelompokkan itu dan memakain teknik untuk megnatur data maka didapat kinerja yang yang lebih bila dibandingkan hanya dengan satu buah harddisk saja. Kelebihan RAID yang lain adalah memulihkan data pada drive lain yang mengalami kerusakan. Caranya ialah RAID menyimpan check byte yang berisi “sum” data pada drive lain dan pada posisi yang sama pula.

Penggunaan check byte akan memakan sejumlah ruangan memori pada harddisk setara dengan total kapasitas harddisknya. Tapi dengan RAID, maka sistem check byte ini menyediakan operasi penyelamanat data failure secara jauh lebih murah daripada jika memakai teknik mirrorring. Jika teknik mirorring membutuhkan setengan dari sekumpulan harddisk yang terpasang untuk menyimpan check byte maka RAID hanya membutuhkan 1 drive saja. Artinya makin besar jumlah drive pada RAID makin murah pula biaya untuk check byte itu.

LEVEL PADA RAID

Ada 5 level pada RAID, mulai dari RAID 1 hingga RAID 5. Penomoran ini semata-mata hanyalah menunjukkan perbedaan metoda yang dipakai untuk memproteksi data harddisk dan tidak ada hubunggannya dengan tingkat kecepatan maupun kualitas. Tiap level RAID didesain khusus untuk aplikasi khusus. Pemilihan RAID yang tepat untuk server ditentukan berdasarkan cara memakai jaringan.

RAID level 1

RAID 1 identik dengan total redundansi dimana 2 harddisk yang masing-masing samakapasitasnya menyalin isi (mirorring) data disk satu sama lainnya. Yang satu secara otomatis dan secara terus menerus melakukan back-up terhadap yang lainnya. Operasi dialihkan ke salah satu dari drive tunggal yang normal bila yang lainnya rusak.

RAID 1 didesain untuk menangani data yang teramat penting (bernilai amat mahal/sulit diganti bila hilang). Konsep kerja ini menyebabkan kapasitas total harddisk akan berkurang setengahnya walau tidak mempengaruhi performance keseluruhan. Kontroller RAID 1 yang lebih canggih biasanya mampu mengirimkan data sebanyak 2 kali lipat dengan cara membaca sektor-sektor yang bersangkutan dari 2 drive secara serentak.

RAID level 2

Cara kerjanya adalah dengan memisahkan masing-masing bit dari byte/blok data pada drive yang terpisah dan menambahkannya pada beberapa drive lainnya untuk pemeriksaan kesalahan. Misalnya RAID level 2 akan menyimpan sebuah 16 bit digital secara satu per satu bit pada 16 drive dengan 5 drive ditambahkan untuk dicadangkan pada proses pemeriksaan kesalahan. Dari seluruh total kapasitas disk, sebanyak 37,5 % digunakan untuk byte pemeriksaan kesalahan data.

RAID level 2 tidak cocok digunakan untuk menyimpan file data dengan ukuran yang kecil. Keuntungan penggunaan RAID Level 2 adalah kecepatan transfer data yang tinggi. Hal ini didapat karena drive mengirimkan data secara paralel. Setiap kesalahan yang terjadi akan dikoreksi tanpa menimbulkan waktu tunda sedikitpun karena kontrolernya dapat memanfaatan informasi yang ada tanpa perlu membaca ulang drive lagi.

RAID level 3

RAID level 3 memanfaat prinsip pendeteksian kesalahan bukan mengkoreksi kesalahan. Pendeteksian kesalahan dilakukan dengan pemrosesan pemeriksaan paritas. Saat error terdeteksi oleh kontroler maka RAID akan membaca ulang data pada drive untuk menyelesaikan masalah error tersebut. Artinya seluruh piringan disk pada RAID akan berputar lebih banyak dari biasanya. RAID 3 biasanya digunakan pada Superkomputer.

RAID level 4

RAID level 4 bekerja pada level sektor bukannya level bit. Sebuah file pada RAID 4 akan dipecah menjadi beberapa sektor dimana setiap sektorna akan disebarkan pada semua drive. Lalu nantinya sektor itu akan dibaca secara serial. Pertama dari drive ke 1,lalu ke 3 , dst.
Untuk pendeteksian kesalahan RAID 4 menambahkan sebuah drive paritas dan kontroler RAID 4 dapat memperbaiki performancenya dengan teknik data striping. Dua atau lebih sektor dari drive yang berlainan dapat dibaca secara serentak lalu disimpan pada RAM berkecepatan tinggi dan secara berurutan akan dikirimkan ke user dengan kecepatan tinggi.
Operasi penulisan lebih lamban dari operasi pembacaan. Hal ini dikarenakan RAID 4 memakai teknologi baca setelah tulis. Artinya setelah data dituliskan ke disk lalu dilakukan pembacaan untuk menentukan paritas kemudian data paritas tersebut dituliskan ke drive parity.

RAID level 5

RAID 5 melenyapkan drive parity yang ada pada RAID 4. Informasi pemeriksaan paritas ditambahkan sebagai sektor biasa yang menjelajahi seluruh disk pada RAID persis sepeti halnya data biasa lainnya. Keuntungannya adalah kontroler RAID 5 mampu menyediakan kempuan data striping dan elevator seeking.

5. HAS (Host Attached Storage)

adalah penyimpanan diakses melalui I/ O port. Port ini menggunakan beberapa teknologi yang selalu dikembangkan. hingga saat ini port terakhir yang digunakan adalah SATA. dari sebelum nya IDE dan ATA.

6.—NAS (Network Attached Storage)

adalah tingkat penyimpanan file data komputer yang terhubung ke jaringan komputer yang menyediakan akses data kepada client. Pada 2010 perangkat NAS yang mendapatkan popularitas, sebagai metode untuk file sharing antara beberapa komputer manfaat Potensi jaringan-attached storage, dibandingkan. Ke file server, termasuk akses data yang lebih cepat, administrasi lebih mudah, dan konfigurasi sederhana .

NAS sistem jaringan peralatan yang mengandung satu atau lebih hard drive, sering disusun menjadi logis, wadah penyimpanan berlebihan atau array RAID. Network-attached storage menghapus tanggung jawab melayani file dari server lain pada jaringan. Mereka biasanya menyediakan akses ke file menggunakan protokol jaringan file sharing seperti NFS, SMB / CIFS, atau AFP.

troubleshooting harddisk

Pernahkah agan-agan semua mengalami masalah pada harddisk, salah memformat partisi, data di hard disk terinfeksi virus, dan lain sebagainya baik itu secara logis atau pun fisik. Okay, disini ane akan mengshare sedikit tentang troubleshooting pada harddisk yang mungkin sering terjadi langsung aja kite ngacir ke TKP .

1. Harddisk terformat

Mungkin ini sering terjadi pada saat penginstallan OS, agan-agan memformat partisi yang salah atau tidak sengaja memencet tombol mengklik tombol“FORMAT”  dan lenyap lah semua data yang berisi tugas-tugas kuliah yang agan buat semaleman, berminggu-minggu, dan lenyap begitu saja dalam hitungan detik(tidaaaaaaaak!). kita dapat mengembalikan data yang terformat dengan bantuan beberapa software utilities seperti “recuva” atau “test disk” yang bersifat free, ataupun partition magic recovery yang bersifat berbayar.

2. Data di harddisk terkena Virus

Apabila data d harddisk terinfeksi virus dan telah menjalar ke system dan tidak memungkin kan kita untuk membackup data-data penting, mungkin beberapa software ini bisa membantu agan-agan dalam menyelamatkan data-data yang penting di dalam hardisk hingga 80% tergantung pada tingkat infeksi virus pada data yang ada di hardisk. Software yang sering digunakan dan diakui ampuh oleh trouble shooter yaitu norton ghost , dan beberapa software free sebagai alternative seperti Test-Disk.

3. Partisi harddisk hilang

Terkadang kita tidak sengaja mendelete partisi saat penginstalan, karena terburu-buru. Atau partisi tiba-tiba hilang begitu saja, dan untuk mengembalikan partisi yang hilang atau terdelete bisa menggunakan software recovery seperti testdisk (opensource) atau partition recovery (shareware).

4. Harddisk lambat mengkases file atau data

Sering penggunaan hardisk dalam jangka waktu yang lama, terkadang kita merasakan kinerja harddisk yang mulai menurun, yang diakibatkan oleh beberapa faktor, berkiut solusi untuk mempercepat kembali performa harddisk :

a. Buat ruang harddisk lebih lega

Ini dapat anda lakukan dengan membuang file-file yang sudah tidak diperlukan (file sampah),.Dengan melakukan hal ini anda akan dapat meningkatkan kinerja komputer anda. Gunakan Disk CleanUp yang dapat anda akses dari Start | All Programs | Accessories | System Tools | Disk CleanUp, biarkan utility bawaan Windows ini melakukannya secara otomatis untuk anda, jangan kuatir file penting anda terhapus karena utility ini hanya akan meng-identifikasi file-file yang dapat dihapus dengan aman tanpa mengganggu file atau data-data penting anda. File-file yang akan dihapus oleh utility ini yaitu Temporary Internet Files (file jenis ini menempati ruang hard disk cukup besar sebab Internet Browser/ Internet Explorer atau Mozilla Firefox membuat cache pada setiap halaman yang dibuka dengan tujuan untuk mempercepat akses ke halaman ybs. Jika anda membuknya lagi kelak), Microsoft ActiveX, Empty Recycle Bin (mengosongkan keranjang sampah/ Recycle Bin), membuang Temporary Files, membuang program yang ter-install oleh Windows jika anda tidak memerlukannya (anda harus menentukan sendiri pilihan untuk meng-uninstall, karena Windows tidak melakukan hal ini secara otomatis).

b. Percepat akses file dengan mendefrag

Hard disk yang ter-fragmentasi (terpencar) akan membuat kinerja komputer menjadi lambat, karena untuk meng-akses file, komputer harus mencari-cari file tersebut di se-antero hard disk (bayangkan jika hard disk tersebut berkapasitas amat besar, mis. 1 Terabyte). Untuk itu gunakan juga utility bawaan Windows yaitu Disk Defragmenter yang dapat anda akses melalui Start | All Programs | Accessories | System Tools | Disk Defraggmenter. Tentukan drive mana yang akan di Defrag, apakah semua drive yang ada atau drive tertentu saja berdasarkan pilihan anda. Klik Analize, Windows akan meng-informasikan kepada anda perlu atau tidaknya melakukan Defrag pada hard disk.

Utility bawaan Windows ini akan merapikan kembali File-file dalam hard disk anda yang terpencar-pencar (ter-fragmentasi) tersebut, sehingga akses terhadap file anda akan menjadi lebih cepat, demikian juga pada proses baca dan tulis pada hard disk. Jalankan utility ini sedikitnya sebulan sekali, namun anda dapat mengatur sendiri skedul kapan anda harus melakukan defrag pada hard disk, misalnya lebih dari satu bulan sekali jika anda menghendaki. Melakukan Defragmen pada hard disk lebih dari 1 kali dalam sebulan sangat dianjurkan jika :

· Anda menambahkan file dalam ukuuran dan jumlah yang besar

· Ruang bebas pada hard disk anda tinggal sekitar 15%

c. Lindungi komputer anda dengan spyware

Spyware tidak sama dengan virus, tapi keberadaannya sangat mengganggu, sebab akan menyebabkan komputer menjadi amat lambat, selain itu hal lainnya yang berbahaya yang dilakukan Spyware, yaitu mencatat informasi penting yang terdapat dalam hard disk anda (tanpa ijin dan sepengetahuan anda tentunya). Informasi yang dikumpulkannya berupa daftar situs yang anda kunjungi saat anda berselancar di internet, nama (user name) dan password anda.

Untuk mencegah terjadinya hal ini, klik Stsrt | Run, ketik C:\Windows\prefetch. hapus semua file yang terdapat di folder tersebut dengan menekan tombol Ctrl+A kemudian tombol Del pada keyboard File-file ini selain memudahkan akses bagi Spyware, juga berukuran cukup besar. File-file dalam folder ini tidak ada gunanya bagi anda dan juga membuat komputer anda menjadi lambat, karenanya babat habis saja untuk menghemat ruang hard disk anda, jangan lupa untuk melakukan Reeboot atau Restart komputer setelah anda melakukan penghapusan. Lakukan penghapusan pada folder ini sesering mungkin.

Jika anda tidak mau repot dengan urusan menghapus file yang terdapat dalam folder Prefetch ini, dan anda mempunyai sedikit nyali, anda bisa melakukan pengaturan melalui registry. Caranya, klik Start | Run, ketik Regedit dan tekan tombol Enter. Cari key :

HKEY_LOCAL_MACHINE\ CurrentControlSet\Control\SessionManager\Memory Management\PrefetchParameters

Di jendela (Window) sebelah kanan cari key yang bernama EnablePrefetcher, klik dua kali pada key tersebut, pada kondisi default nilainya = 3 artinya prefetch dijalankan secara total, rubah angkanya menjadi :

0 Jika anda ingin men-disable Prefetch secara total

1 Jika anda ingin prefetch hanya dilakukan pada program aplikasi saja

2 Jika anda ingin prefetch dilakukan pada saat melakukan booting saja

Keluar dari registry Editor dan lakukan restart pada komputer untuk mengaktifkan perubahan yang anda buat.

d. Bad sector

Bad sector adalah sektor pada disk drive komputer atau memori flash yang tidak dapat digunakan karena kerusakan permanen (atau ketidakmampuan OS untuk mengaksesnya), seperti kerusakan fisik pada permukaan disk atau gagal transistor memori flash. Hal ini biasanya dideteksi oleh perangkat lunak disk utilities seperti CHKDSK atau Scandisk pada sistem Microsoft, atau bad sector pada sistem Unix. Ketika mendeteksi, program-program ini dapat menandakan sektor tidak dapat digunakan (semua sistem file berisi ketentuan untuk menandai bad sector) dan sistem operasi melewati mereka di masa depan.

Sebuah hard drive modern dilengkapi dengan sektor cadangan. Ketika ditemukan bad sector oleh firmware disk controller, disk controller me remaps sektor logis untuk sektor fisik yang berbeda. Dalam operasi normal hard drive, deteksi dan pemetaan dari sektor buruk harus dilakukan secara transparan ke seluruh sistem. Ada dua jenis pemetaan oleh perangkat keras disk; P-LIST (Pemetaan selama tes produksi pabrik) dan G-LIST (Pemetaan selama pemakaian konsumen dengan microcode disk). Ada berbagai macam utilities yang dapat membaca informasi SMART untuk memberitahu berapa banyak sektor yang telah dialokasikan, dan berapa banyak sektor cadangan drive mungkin masih bisa di pakai.

Biasanya, pemetaan sektor secara otomatis hanya terjadi ketika sektor ditulis. Logika di balik ini adalah mungkin bahwa meskipun sektor tidak dapat dibaca secara normal, namun tetap masih dapat dibaca dengan metode pemulihan data. Tetapi  jika drive tahu bahwa sektor buruk dan controller drive menerima perintah untuk menulis di atasnya, tidak akan menggunakan kembali bahwa sektor dan bukannya remap ke salah satu daerah yang cadang-sektor. Hal ini mungkin alasan mengapa hard disk terus memiliki kesalahan sektor (kebanyakan timeout disk controller) sampai semua sektor buruk remapped biasanya dengan drive-zeroing seluruh sektor.

Ada beberapa tips untuk mengatasi bad sector yaitu :

Kalau pakai Windows XP, jalankan MS-DOS Prompt. Ketikkan perintah “chkdsk /R” lalu tekan [Enter]. Perintah itu akan membuat Windows mencari posisi bad sector dan mengembalikan data atau informasi yang masih bisa dibaca.

Siapa tahu Anda masih pakai Windows 95, Windows 98, atau Windows Millenium, coba pakai Scandisk bawaan sistem operasi yang memiliki opsi untuk melakukan pemindaian sekalian perbaikan seadanya.

Cara barusan adalah tindakan cepat yang bisa Anda lakukan apabila Anda mencurigai hard disk punya bad sector. Kalau cara tadi tidak sukses, coba cara ini.

Pakai Utiliti


Anda bisa pakai peranti yang mampu menghilangkan logic bad sector dan memperbaikinya. Asal tahu saja, bad sector dibagi jadi dua: logic dan physic. Peranti itu membuat hard disk kembali bekerja dengan “menghapus” bad sector-nya.

Hard disk biasanya dipaketkan dengan suatu peranti lunak untuk fungsi manajemen sekaligus perbaikan. Misalnya, Maxtor dan Quantum punya MaxBlast, Samsung punya ClearHDD, Seagate punya Seagate Format, Western Digital punya Old DLG Diagnostic, dan Fujitsu punya FJ-IDE Drive Initializer Utility.

Anda tidak wajib pakai peranti lunak paketan. Anda bisa juga pakai peranti lain. Perbaikan hard disk yang dijelaskan pada artikel ini memakai SpinRite (http://www.grc.com). Peranti lunak buatan Gibson Research ini cukup baik buat mengatasi masalah bad sector pada hard disk. Versi terbaru peranti ini—versi 6,0—seharga 89 dollar AS.

SpinRite mendukung FAT, NTFS, Linux, Novell, drive dengan beberapa sistem operasi serta hard disk yang belum diformat. Cara menggunakannya mudah saja. Tinggal ikuti langkah-langkah ini.

1. Buat disket atau CD yang bisa boot. Buatnya di SpinRite. Klik [Create Boot Diskette], [Create ISO or Image File], atau [Install SpinRite on Drive]. Biar gampang, pilih bikin CD bootable. Asal tahu, SpinRite hanya berjalan dalam modus DOS.

2. Setelah file image sudah jadi, gunakan software pembakar CD, seperti Nero Burning ROM, untuk membuat CD. Restart komputer dan boot dengan CD yang barusan dibuat.

3. SpinRite punya 5 opsi atau level. Level yang kemungkinan besar Anda butuhkan adalah level 2 ataupun level 4. Tindakan di level 2 adalah pengembalian data, sedangkan level 4 adalah pemeliharaan drive dan analisis. Pilih saja tindakan yang ingin Anda lakukan.

4. Level apa pun yang Anda pilih, Anda akan diminta untuk memilih drive atau partisi yang ingin Anda periksa atau perbaiki. Setelah itu, lihat atau ubah opsi bagaimana SpinRite memeriksa hard disk Anda. Kalau sudah, lanjutkan dengan langkah selanjutnya, yakni menguji kinerja drive.

Proses pemeriksaan bisa berjalan beberapa jam, tergantung kapasitas dan kecepatan hard disk. Menurut informasi dari pembuatnya, kecepatan maksimal SpinRite adalah 120 GB per jam.

Namun, banyak hal yang memengaruhi kecepatan pemeriksaan itu, misalnya kerusakan hard disk, dukungan Ultra DMA, atau konfigurasi sistem. Untungnya, Anda bisa menghentikan proses pemeriksaan untuk dilanjutkan di lain waktu. Agar tidak perlu mengulang, catat saja posisi pemeriksaan ketika Anda menghentikan proses.

Kalau SpinRite mendeteksi perlunya perbaikan, SpinRite akan langsung bekerja di Level 4 untuk memperbaiki dan mengembalikan data. Level 4 kembali memakan waktu yang tidak sebentar. Hitungan waktu pengerjaan bisa dalam satuan jam bahkan hari, lagi-lagi tergantung kerusakan.

SpinRite punya screen saver yang aktif ketika SpinRite sedang bekerja. Anda bisa pula menampilkan jalannya proses yang sedang berlangsung. Jika hard disk Anda mendukung fitur pembacaan suhu, SpinRite akan melaporkan informasi suhu hard disk. Temperatur hard disk akan naik terus saat SpinRite memperbaiki data Anda.

Ketika bekerja, SpinRite juga memiliki opsi untuk melihat lebih dekat proses perbaikan yang berlangsung. Opsi tersebut namanya adalah “DynaStat Data Recovery”.

Jika hard disk masih rusak setelah diperbaiki dengan peranti seperti SpinRite, barangkali memang sudah waktunya Anda mengganti hard disk baru. *

UHA (ultra high broadband acces)

sekedar berilustrasi aja ya gan 😀 dont take this too serious, ane hanya berangan angan bisa ciptain alat alat kayak gini. dan semoga aja bener-bener kesampean.  ameeeen

here we goo to TKP….

dewasa ini, pemakaian acess internet merupakan kebutuhan sehari-hari, dimana pun kapan pun, orang mengakses internet, unttuk mengaskes informasi yang mereka butuhkan, atau berkomunikasi lewat jejaring sosial, melakukan transaksi, dan lain sebagainya.

namun akses internet yang ada saat ini masih kurang memadai untuk kebutuhan yang ada saat ini. akses broadband yang lama, kecepatan akses yang lama, mengakibatkan para researcher internet. melakukan pengembangan pada akses internet broadband.

yaitu, UHA(ultra high broadband acces) pengembangan dari HSPDA, dimana sebuah hardware modem tidak mengakses jaringan internet melalui  BTS-BTS yang membuat akses jaringan terbatas, modem akan mengakses langsung ke satelit pemancar sehingga pengaksesan data menjasi lebih cepat, dan mengurangi waktu akses, dan masalah lemahnya signal.

UHA(ultra high speed acces ) ini mampu mengakses dengan kecepatan hingga 10gpbps, jika sebelumnya hspda hanya mampu mengakses data hingga 21mbps, kecepatan akses yang berubah drastis ini dikarena kan metode pengaksesan data nya. dan ditargetkan dengan adanya teknologi UHA ini menjadi solusi internet lambat dan mahal menjadi internet murah dan cepat (dengan pengaksesan data yang simple, memungkinkan untuk mengurangi biaya pengaksesan).

sekian illustrasi dari ane gan :D.