10_PCE-10-08_30210247 pengertian hardware komputer

Hardware

Hardware adalah sekumpulan komponen yang dirakit untuk menunjang kinerja sebuah computer. Secra umum, hardware computer dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu alat input (input device), alat proses (central processing unit/CPU), media penyimpanan (storage device ), dan alat output (output device).

Berikut adalah detail komponen hardware yang digunakan pada sebuah computer.

a. Processor

Prosesor adalah bagian terpenting pada system computer. Prosesor berfungsi sebagai system pusat yang mengontrol dan memproses kerja computer secara keseluruhan. Misalnya, kita ingin memutar film menggunakan windows media player (WMP). Setelah mengklik icon windows media player (WMP) untuk memainkan film yang kita pilih, mouse akan memberikan sinyal ke mainboard. Melalui jalur data khusus, sinyal tersebut diteruskan oleh BUS (jalur data) ke RAM (memori utama), kemudian diteruskan kembali ke processor untuk diolah. Setelah itu, prosessor akan mengirimkan sinyal tersebut ke komponen lain yang diperlukan  untuk menjalankan program windows media player (WMP), seperti hardisk dan memori. Berikutnya, program dijalankan dan ditampilkan pada layar monitor.

b. Motherboard (Mainboard)

Motherboard adalah papan PCB utama atau papan system yang digunakan sebagai tempat pemasangan komponen-komponen hardware dan  peripheral (komponen hardware) yang kita gunakan. Beberapa komponen yang dipasang di mainboard antara lain prosessor, VGA card, memor (RAM), kabel compact drive, IDE dan SATA, BIOS dan lain sebagainya. Dan dalam pemilihan motherboard pastikan socket yang ada pada motherboard sesuai dengan komponen yang kita miliki seperti : anda ingin mempunyai processor core i3, maka anda harus membeli motherboard yang yang support dengan processor core i3 tersebut, dan komponen” lainnya.

c. Memori

Memori atau sering disebut RAM (random access memory) adalah perangkat yang sangat dibutuhkan oleh computer. RAM berfungsi untuk menyimpan data dan instruksi yang dibutuhkan dalam sebuah perintah (task) dan sifatnya sementara tidak permanent. Perintah yang tersedia pada ram disiapkan untuk bisa diakses oleh prosessor atau CPU (central processing unit). Ketika CPU membuka sebuah aplikasi dari hard disk, processor akan me-load nya ke memori (RAM). Dengan demikian, aplikasi akan bekerja lebih cepat karena prosessor tidak harus mengaksesnya ke hard disk.

Untuk saat ini ram yang digunakan yaitu ram model ddr2 dan ddr3 (dan beberapa yang masih menggunakan ram model ddr1 bahkan sdram). Dan seri ram itu sendiri terbagi menjadi 2 seri yaitu seri ram SIMM (untuk PC ) dan SODIMM (untuk notebook/laptop) dengan feature” lain nya yang terdapat pada masing” ram dan masing” vendor ram itu sendiri.

d. Hard disk (HDD)

adalah media penyimpanan yang memiliki fungsi yang cukup penting dalam computer dan didesain untuk menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Semua data yang ada di computer disimpan dalam hard disk, mulai dari system operasi, dokumen, gambar ,lagu, dan video. Hard disk dapat menyimpan  secara permanen, artinya data akan tetap tersimpan selama hard disk tersebut tidak rusak dan data tidak di delete/format.

e. Optical drive

Optical drive adalah media penyimpanan data yang berfungsi untuk membaca atau menulis  data keping CD/DVD/BLUE-RAY. Optical drive hanya bisa membaca data pada keping CD/DVD disebut CD-ROM atau DVD-ROM. Optical drive yang bisa membaca dan menulis data pada keping cd CD/DVD disebut dengan CD-RW atau DVD-RW.

Optical drive memiliki beberapa koneksi antara lain IDE,SATA, USB( untuk optical drive eksternal).

Agar optical drive bisa digunakan untuk membakar CD/DVD (burning), kita bisa menggunakan tools, seperti nero burning atau dvd burner. Jika menggunakan system operasi windows, kita dapat membakar CD/DVD tanpa tools tambahan, karena seri windows XP dan sesudahnya men-support kebutuhan ini.

  1. f. Casing dan power supply (PSU)

Casing merupakan wadah komponen dan peripheral computer yang berfungsi untuk melindungi dari gangguan luar seperti debu. Computer terdiri dari beberapa perangkat saling berhubungan. Ada perangkat yang diletakkan di dalam casing dan ada perangkat yang menempel pada casing. Pemilihan casing yang benar akan mempermudah kita dalam menggunakan computer, misalnya, kita dapat mengakses USB port atau audio output device dengan mudah jika port tersebut terletak di depan casing. Port yang tersedia di bagaian belakang casing tentu akan merepotkan karena kita harus memutar posisi casing terlebih dahulu untuk menghubungkan device ke port tersebut.

Casing yang bagus biasanya dilengkapi dengan perangkat yang digunakan untuk ,memonitor suhu dalam casing, seperti kipas dan power supply. Umumnya semakin mahal harga casing semakin baik pula system yang digunakan.

  1. g. Monitor /LCD display

Monitor adalah perangkat yang mnghasilkan gambar output hasil kerja CPU. monitor terdiri dari 2 tipe, yaitu CRT dan LCD. Monitor CRT lebih murah dibanding monitor LCD, tetapi monitor CRT ini memiliki kelemahan, yaitu boros daya listrik, berukuran besar, dan radiasi yang dipancarkan lebih besar aripada monitor LCD.

Resolusi yang dihasilkan oleh monitor menunjukkan padatnya piksel yang dimiliki oleh monitor tersebut. Semakin banyak pixel (many dot pixel), gambar yang dihasilkan semakin tajam. Saat ini, resolusi terendah yang adaoat dihasilkan monitor adalah 1.024x764piksel. dengan menggunkan kartu grafis yang bagus, monitor dapat menghasilkan resolusi 1.289×1.024 piksel, bahkan sampai 1.600×1.200 piksel.

Berikut adalah beberapa informasi yang diperoleh dari sebuah monitor.

  1. Interlacing, yaitu teknik yang digunkan untuk menghasilkan resolusi yang lebih besar.
  2. Dot pitch, yaitu jumlah ruang antar piksel. Semakin kecil jumlah ruang antar pixelnya, gambar dan warna yang dihasilkan oleh monitor semakin tajam
  3. Convergence, yaitu kejernihan dan ketajaman setiap piksel pada monitor.
  4. Refresh rate, yaitu prosess refresh pada monitor persatuan detik, nilai idealnya adalah 72Hz.

Selain CRT dan LCD, teknologi yang digunakan untuk membuat monitor adalah LED. keunggulan monitor yang menggunakan LED yaitu daya yang digunkan lebih kecil tetapi hasilnya sangat maksimal. Namun, teknologi ini belum banyak digunakan untuk membuat monitor komputer, karena harganya masih sangat mahal dan ukuran nya sangat besar.

Tips : saat akan menggunakan monitor, perhatikan kabel terkoneksi monitor dan VGA. Jangan sampai salah pilih. Misalnya anda menggunakan kabel tipe DVI, tetapi VGA cardnya hanya memiliki port jenis lama.

  1. h. VGA

VGA (video graphic array) adalah device yang berfungsi untuk menampilkan gambar hasil olahan CPU pada monitor. Ada 2 tipe VGA yang bisa digunakan, yaitu VGA intergrated (onboard) dan VGA card (kartu grafis).

  1. 1. VGA onboard (terintergrasi)

VGA onboard adalah VGA card yang sudah dipasang pada motherboard, tidak semua motherboard memiliki fasilitas ini. Kualitas VGA onboad ini tidak sebaik VGA card, tetapi cukup baik digunakan untuk aplikasi pekantoran, bahkan juga untuk bermain game yang tidak terlalu berat.

VGA onboard mengurangi jumlah memori utama. Misalnya kita memiliki memori 1GB dan menggunakan VGA onboard 256MB, maka jumlah memori yang digunakan sistem komputer adalah 1GB-256MB. Kecuali kita menggunakan motherboard autosharing, sehingga dapat membagi penggunaan memori sistem dan VGA card.

  1. 2. VGA card (kartu grafis)

Dengan menggunakan VGA card, pemrosesan grafis ke monitor menjadi lebih cepat. VGA card tersedia dalam beberapa jenis, yaitu VGA PCI, VGA AGP, dan VGA PCI Express. Saat akan membeli VGA card, pastikan socket (slot) pada motherboard yang kita gunakan sesuai dengan jenis VGA card yang akan dipasang.

10_pce-10-08_30210247 langkah-langkah merakit komputer

Berikut langkah-langkah merakit computer, terutama untuk seorang newbie atau pemula :

Komponen-komponen komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan pengguna.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari :

A. Persiapan
B. Perakitan
C. Pengujian
D. Penanganan Masalah

A. persiapan

Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:

  1. Penentuan Konfigurasi Komputer
  2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
  3. Pengamanan

Penentuan Konfigurasi Komputer

Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.

Persiapan Komponen dan Perlengkapan

Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:

  • Komponen komputer
  • Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
  • Buku manual dan referensi dari komponen
  • Alat bantu berupa obeng plus dan obeng minus

Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.

Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.

Pengamanan

Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:

  • Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
  • Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

Perakitan

Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:

  1. Penyiapan motherboard
  2. Memasang Prosessor
  3. Memasang heatsink
  4. Memasang Modul Memori
  5. memasang Motherboard pada Casing
  6. Memasang Power Supply
  7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  8. Memasang Drive
  9. Memasang card Adapter
  10. Penyelesaian Akhir

1. Penyiapan motherboard

Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

2. Memasang Prosessor

Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket

  1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
  3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  4. Turunkan kembali tuas pengunci.

3. Memasang Heatsink/Fan prosessor

Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard. dan jangan lupa untuk memberi termal paste sebelum fan/hetasink dipasang, agar penyaluran panas prosessor ke heatsink/fan optimal.

4. Memasang Modul Memori

Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut :

  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
  3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

5. Memasang Motherboard pada Casing

Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:

  1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

6. Memasang Power Supply

Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:

  1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
  2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing

Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.

  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

8. Memasang Drive

Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:

  1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
  2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
  3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
  4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
  5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
  7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard

Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

9. Memasang Card Adapter (vga card, tv tuner etc)

Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:

  1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
  2. Pasang sekerup penahan card ke casing
  3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

10. Penyelessaian Akhir

  1. Pasang penutup casing dengan menggeser
  2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
  3. Pasang konektor monitor ke port video card.
  4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
  5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
  6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

Pengujian

Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:

  1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.

Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

Penanganan Masalah

Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:

  1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
  2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/

LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.  Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat. dan apabila ada pertanyaan seputar hardware bisa comment atau email ke sixdec@hotmail.co.id insya allah akan saya jawab semampunya :D.

sumber : google.com, buku 1001 masalah komputer, koran pc plus.